5 Januari 2026 9:56 pm

Imlek di Korea 2026: Tradisi Seollal & 5 Lokasi Perayaan Terbaik

Imlek di Korea 2026: Tradisi Seollal & 5 Lokasi Perayaan Terbaik
Imlek di Korea pada tahun 2026 dirayakan melalui Seollal, perayaan Tahun Baru Lunar yang sarat makna budaya, keluarga, dan tradisi turun-temurun. Momen ini bukan hanya penanda pergantian tahun berdasarkan kalender lunar, tetapi juga waktu penting bagi masyarakat Korea untuk menghormati leluhur, mempererat hubungan keluarga, dan memulai tahun dengan harapan baru. Dari ritual tradisional hingga hidangan khas seperti tteokguk, Seollal mencerminkan nilai kebersamaan dan kontinuitas budaya.

Kapan Seollal 2026 Dirayakan dan Apa Makna Shio Kuda Api bagi Warga Korea?

Seollal 2026 dirayakan pada tanggal 17 Februari, yang merupakan Tahun Baru Imlek versi Korea berdasarkan kalender lunar, tetapi libur umumnya berlangsung 16–18 Februari 2026 di Korea Selatan. Karena mengikuti kalender bulan, tanggalnya berubah setiap tahun dan biasanya jatuh di akhir Januari atau pertengahan Februari. Saat Seollal, keluarga bangsa Korea berkumpul, melakukan ritual kepada leluhur, makan makanan tradisional seperti tteokguk, dan mengenakan hanbok untuk menghormati tradisi budaya mereka.
Dalam sistem zodiak Asia, 2026 adalah Tahun Fire Horse (Kuda Api) — sebuah kombinasi yang hanya terjadi sekali setiap 60 tahun karena siklus 12 hewan dan lima elemen. Bagi warga Korea (dan budaya Asia lainnya), Kuda melambangkan energi, kebebasan, dan kekuatan, sedangkan elemen Api menambahkan semangat, dinamisme, dan intensitas. Perpaduan ini secara tradisional dipandang sebagai periode yang penuh aksi, keberanian, perubahan cepat, dan gairah yang kuat dalam kehidupan sosial maupun pribadi.

Apa Saja Tradisi Wajib dalam Perayaan Seollal yang Harus Anda Ketahui?

Seollal tidak hanya sekadar perayaan Tahun Baru Lunar, tetapi juga rangkaian tradisi wajib yang sarat makna bagi masyarakat Korea. Setiap ritual yang dilakukan memiliki tujuan jelas, mulai dari menghormati leluhur hingga mempererat hubungan antargenerasi dalam keluarga. Tradisi-tradisi ini dijalankan secara berurutan dan konsisten dari tahun ke tahun, menjadikannya bagian penting dari identitas budaya Korea.

Charye

Charye adalah ritual penghormatan leluhur yang dilakukan pada pagi hari Seollal sebagai bentuk rasa syukur dan bakti keluarga Korea. Makanan disusun secara sistematis di atas meja persembahan, dengan aturan posisi yang jelas berdasarkan arah, jenis lauk, dan makna simbolisnya. Ritual ini menekankan nilai hierarki, keteraturan, dan kesinambungan generasi dalam budaya Korea. Secara konsep, Charye merepresentasikan memori kolektif keluarga yang dijaga melalui struktur dan tata cara yang konsisten.

Sebae

Sebae adalah tradisi membungkuk secara formal kepada orang tua dan anggota keluarga yang lebih tua untuk menunjukkan rasa hormat dan doa keberkahan. Setelah Sebae, biasanya anak-anak menerima nasihat hidup dan hadiah uang (sebaetdon) sebagai simbol restu. Tradisi ini memperkuat nilai konfusius seperti hormat, etika sosial, dan relasi antargenerasi. Dalam konteks sistem sosial, Sebae berfungsi sebagai mekanisme transfer nilai dan legitimasi peran dalam keluarga.

Gap Filler (Detail Teknis)

Secara teknis, tradisi Seollal dapat dipahami sebagai sistem ritual terstruktur yang menggabungkan waktu (kalender lunar), peran (usia dan status), serta simbol (makanan, gerakan, pakaian). Setiap elemen memiliki fungsi yang jelas dan dapat direpresentasikan sebagai rule-based cultural system.

Mengapa Harus Makan Tteokguk (Sup Kue Beras) untuk Menambah Usia?

Tteokguk dimakan saat Seollal karena secara tradisi Korea, pergantian tahun menandai pertambahan usia seseorang. Usia tidak dihitung berdasarkan ulang tahun pribadi, melainkan berdasarkan masuknya Tahun Baru Lunar. Sup tteokguk menjadi simbol resmi dimulainya usia yang baru. Tanpa memakannya, seseorang dianggap belum “lengkap” memasuki tahun tersebut secara budaya.
Makna simbolis tteokguk terletak pada bentuk dan warnanya. Kue beras putih melambangkan awal yang bersih dan kehidupan yang panjang. Irisan berbentuk oval menyerupai koin kuno yang melambangkan harapan akan keberuntungan dan kesejahteraan. Karena itu, makan tteokguk bukan sekadar kebiasaan makan, melainkan ritual budaya yang menandai transisi waktu dan status usia.

Di Mana Saja Tempat Terbaik untuk Merayakan Imlek di Korea Selatan bagi Wisatawan?

Bagi wisatawan, merayakan Imlek di Korea Selatan menawarkan pengalaman budaya yang unik melalui perayaan Seollal yang kental dengan tradisi dan sejarah. Tidak hanya dirayakan di lingkungan keluarga, Seollal juga dihidupkan di berbagai ruang publik, desa budaya, dan situs bersejarah yang terbuka untuk pengunjung. Di tempat-tempat ini, wisatawan dapat menyaksikan ritual tradisional, pertunjukan seni, hingga aktivitas budaya yang interaktif.

Gyeongbokgung dan Changdeokgung

Istana-istana bersejarah seperti Gyeongbokgung dan Changdeokgung menjadi tempat utama untuk merasakan suasana Seollal secara autentik di Seoul. Selama Tahun Baru Lunar, kedua istana ini sering membuka pintu bagi pengunjung, menampilkan upacara tradisional, musik, dan kesempatan mengenakan hanbok secara fotogenik di lingkungan bersejarah.
Anda bisa melihat peragaan tarian, musik, dan ritual kerajaan yang menggambarkan budaya Joseon secara langsung. Aktivitas ini sangat ideal bagi wisatawan yang ingin memahami warisan budaya Korea secara mendalam saat perayaan besar ini.

Perayaan Imlek di Namsangol Hanok Village

Namsangol Hanok Village di Seoul merupakan salah satu titik paling seru untuk merayakan Seollal dengan suasana tradisional yang hidup. Desa budaya ini menyuguhkan pertunjukan musik, permainan rakyat seperti yutnori, serta stan pengalaman membuat kerajinan dan makanan khas.
Selama liburan Tahun Baru, desa ini juga sering mengadakan festival lentera dan pertunjukan rakyat yang ramah wisatawan dan gratis untuk umum. Lokasinya yang strategis dekat Myeongdong juga memudahkan akses untuk turis yang ingin merasakan tradisi Korea sambil menjelajah kota.

Jeonju Hanok Village

Jeonju Hanok Village adalah pilihan terbaik di luar Seoul jika Anda ingin merasakan perayaan Seollal yang lebih tenang dan kultural. Desa ini terkenal dengan lebih dari 800 rumah hanok tradisional yang terpelihara, yang menjadi latar sempurna untuk pengalaman budaya Korea yang otentik.
Selama periode Tahun Baru, suasana desa dipenuhi dengan dekorasi, aktivitas budaya, serta kesempatan mencicipi makanan lokal yang khas seperti bibimbap Jeonju. Tempat ini sangat cocok bagi wisatawan yang ingin mencampur pengalaman Seollal dengan eksplorasi budaya dan kuliner tradisional Korea.

Rekomendasi Brand Hampers Imlek Elegan dan Premium

Carramica hadir sebagai pilihan hampers Imlek elegan dan premium yang sempurna untuk menyampaikan rasa hormat, cinta, dan keberuntungan di momen Tahun Baru Lunar. Koleksi Imlek Carramica menampilkan rangkaian set keramik berkualitas ekspor dengan motif dan desain eksklusif seperti Golden Koi, Floral Wave, The Lunar Lux, dan lainnya — semuanya dikemas dalam box mewah edisi terbatas yang siap jadi hadiah istimewa.
Setiap produk Carramica dirancang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga fungsional dan tahan lama — aman digunakan di microwave, oven, serta dishwasher — sehingga hampers ini tetap bernilai guna setelah perayaan usai. Dengan free gift card, packaging premium, dan garansi pengiriman pecah belah, Carramica memberikan pengalaman gifting yang mulus dan berkelas yang cocok untuk keluarga, kolega, maupun klien penting Anda pada perayaan Imlek tahun ini.
-

About Writer


Asyraf Syafiq Adhika


Penulis konten seputar hampers dan gifting yang telah berpengalaman lebih dari 3 tahun mengkurasi hampers Natal, Imlek, dan Lebaran. Ia fokus pada pemilihan set makan keramik yang memadukan estetika, nilai budaya, dan makna personal dalam setiap hadiah.



Frequent Asked Question

©- Copyright 2024 PT Carramica Kreasi Indonesia