
24 Agustus 2025 7:41 pm
15 Perayaan Natal Terunik di Dunia, Seaneh Apa?
1. Krampusnacht – Austria & Jerman2. Roller Skating ke Gereja – Venezuela3. KFC untuk Natal – Jepang4. Menghormati Arwah Keluarga – Portugal5. Lempar Sepatu – Republik Ceko6. Menyembunyikan Sapu – Norwegia7. Jaring Laba-laba di Pohon Natal – Ukraina8. Hidangan Kulit Paus – Greenland9. Pohon Mangga Natal – India10. Kambing Yule – Skandinavia & Swedia11. Tradisi Puding Natal – Slovakia12. Caga Tió – Catalonia, Spanyol13. Wigilia – Polandia14. Festival Lentera Raksasa – Filipina15. La Befana – Italia16. Rekomendasi Hampers Natal Mewah dan Elegan
Perayaan Natal terunik di dunia tidak selalu identik dengan pohon cemara, salju, dan tukar kado natal, melainkan hadir dalam berbagai tradisi yang unik bahkan terkadang mengejutkan. Dari sosok menyeramkan Krampusnacht di Austria hingga kebiasaan menikmati KFC di Jepang, setiap negara punya cara berbeda dalam merayakan Natal. Simak selengkapnya dalam artikel ini!
Krampusnacht – Austria & Jerman
Krampusnacht atau “Malam Krampus” adalah tradisi yang berasal dari Austria dan dan natal di Jerman, biasanya dirayakan pada tanggal 5 Desember, tepat sehari sebelum Hari Santo Nikolaus (St. Nicholas Day). Dalam budaya Katolik Eropa Tengah, Santo Nikolaus dikenal sebagai sosok yang baik hati dan membagikan hadiah bagi anak-anak yang patuh. Ia ditemani oleh Krampus, makhluk mitologi dengan tanduk, wajah menakutkan, dan tubuh berbulu hitam.
Pada malam Krampusnacht, sosok Krampus dipercaya berkeliaran di jalanan untuk “menghukum” anak-anak nakal dengan tongkat atau rantai, sedangkan anak-anak baik akan menerima hadiah dari Santo Nikolaus. Di berbagai kota di Austria dan Jerman, tradisi ini diwujudkan dalam parade besar bernama Krampuslauf (“lari Krampus”).
Roller Skating ke Gereja – Venezuela
Tradisi roller skating ke gereja di Venezuela adalah salah satu kebiasaan Natal paling unik di dunia. Tepatnya terjadi di ibu kota Caracas, setiap pagi selama masa Misa de Aguinaldo (sembilan hari menjelang Natal, 16–24 Desember). Alih-alih berjalan kaki, banyak umat memilih pergi ke gereja dengan sepatu roda. Jalan-jalan bahkan ditutup sementara pada pagi hari agar umat bisa meluncur dengan aman menuju gereja.
Tradisi ini diyakini berakar dari kebiasaan lokal yang dipengaruhi iklim tropis Venezuela, di mana salju dan kereta luncur (simbol khas Natal di negara-negara Eropa) tidak ada. Sebagai gantinya, roller skating menjadi alternatif kreatif yang mencerminkan budaya modern sekaligus semangat kebersamaan. Usai misa, anak-anak biasanya menarik tali panjang dari jendela rumah untuk menyapa para “roller skaters” yang lewat.
KFC untuk Natal – Jepang
Tradisi KFC untuk Natal di Jepang adalah salah satu perayaan Natal terunik dan paling populer di Asia. Berawal pada tahun 1970-an, ketika sebuah kampanye pemasaran KFC bertajuk “Kurisumasu ni wa Kentakkii” (“Kentucky for Christmas”) diluncurkan, banyak keluarga Jepang mulai mengasosiasikan ayam goreng KFC sebagai hidangan khas Natal. Hal ini juga dipicu bahwa kalkun ala Barat tidak mudah ditemukan di Jepang.
Kini, tradisi makan KFC saat Natal sudah menjadi bagian dari budaya populer di Jepang. Menjelang 24–25 Desember, orang-orang rela memesan paket khusus Natal KFC jauh-jauh hari agar tidak kehabisan. Menu yang ditawarkan pun lebih meriah, lengkap dengan kue, wine, dan dekorasi ala Natal.
Menghormati Arwah Keluarga – Portugal
Di Portugal, terdapat tradisi Natal unik yang disebut "Consoda", yaitu sebuah jamuan khusus yang digelar pada pagi hari Natal. Meja makan diisi dengan aneka hidangan lezat, dan yang menarik adalah disiapkan pula kursi kosong serta makanan untuk arwah anggota keluarga yang telah meninggal. Tradisi ini berakar dari keyakinan bahwa saat Natal, roh leluhur datang berkunjung untuk merayakan bersama keluarga yang masih hidup.
Bagi masyarakat Portugal, Consoda bukan sekadar ritual penghormatan, tetapi juga wujud ikatan keluarga lintas generasi. Kehadiran kursi kosong itu menjadi simbol bahwa kasih sayang tidak terputus oleh kematian. Orang yang sudah tiada tetap dihargai dan dirayakan dalam kebersamaan Natal. Tradisi ini juga mencerminkan nilai kekeluargaan yang kuat dalam budaya Portugis.
Lempar Sepatu – Republik Ceko
Di Republik Ceko, ada tradisi Natal yang cukup unik dan penuh makna, yaitu lempar sepatu. Biasanya dilakukan oleh para perempuan lajang pada malam Natal untuk meramal nasib percintaan mereka di tahun mendatang. Caranya sederhana: seorang gadis berdiri membelakangi pintu rumah, lalu melempar sepatunya ke arah pintu.
Jika ujung sepatu menghadap ke pintu, diyakini bahwa ia akan segera menikah atau menemukan pasangan dalam waktu dekat. Sebaliknya, jika ujung sepatu membelakangi pintu, artinya ia akan tetap lajang setidaknya selama setahun ke depan. Tradisi ini bukan hanya permainan seru di malam Natal, tetapi juga menjadi bagian dari kehangatan keluarga dan budaya rakyat Ceko.
Menyembunyikan Sapu – Norwegia
Di Norwegia, ada tradisi Natal unik yang disebut menyembunyikan sapu. Kebiasaan ini berakar dari kepercayaan kuno yang mengatakan bahwa pada malam Natal, roh jahat dan penyihir akan berkeliaran. Karena dalam mitologi Nordik penyihir diyakini bisa terbang menggunakan sapu, masyarakat Norwegia pun menyembunyikan semua sapu di rumah mereka agar tidak "dicuri" oleh roh atau penyihir yang datang saat malam suci.
Meskipun kini tradisi ini lebih dianggap sebagai bagian dari folklore dan cerita turun-temurun, banyak keluarga di Norwegia masih melakukannya untuk menjaga nuansa magis Natal tetap hidup. Menyembunyikan sapu bukan hanya soal superstisi, tetapi juga cara melestarikan tradisi lama sambil memberi warna unik dalam perayaan Natal mereka.
Jaring Laba-laba di Pohon Natal – Ukraina
Di Ukraina, ada tradisi Natal unik yaitu menghias pohon Natal dengan ornamen jaring laba-laba. Kebiasaan ini berasal dari legenda rakyat tentang seorang janda miskin yang tidak mampu membeli hiasan untuk pohon Natal anak-anaknya. Menurut cerita, ketika mereka terbangun di pagi Natal, pohon yang tadinya polos telah dihiasi indah oleh laba-laba dengan jaring peraknya.
Saat sinar matahari menyentuh jaring itu, pohon pun berkilauan seperti dipenuhi emas dan perak.
Karena cerita tersebut, masyarakat Ukraina percaya bahwa jaring laba-laba di pohon Natal membawa keberuntungan, kemakmuran, dan berkah bagi keluarga. Hingga kini, ornamen berbentuk laba-laba atau jaring emas dan perak sering dipasang sebagai simbol harapan akan tahun baru yang lebih baik.
Hidangan Kulit Paus – Greenland
Di Greenland, tradisi Natal tidak bisa dilepaskan dari hidangan khas yang sangat unik dan mungkin terdengar ekstrem bagi orang luar: hidangan kulit paus (mattak). Mattak biasanya berupa potongan kulit dan lapisan lemak (blubber) dari paus, terutama paus narwhal atau paus beluga. Teksturnya kenyal di luar dengan bagian dalam yang berminyak, sering disantap mentah sebagai camilan atau lauk.
Dalam perayaan Natal, mattak sering dihidangkan bersama makanan tradisional lain, seperti kiviak (daging burung laut yang difermentasi di dalam kulit anjing laut). Meski bagi banyak orang mungkin terasa aneh atau ekstrem, bagi masyarakat Greenland hidangan ini memiliki makna kebersamaan dan identitas budaya yang kuat.
Pohon Mangga Natal – India
Di India, di mana pohon cemara asli sulit ditemukan, umat Kristiani setempat merayakan Natal dengan cara unik: menggunakan pohon mangga atau pohon pisang sebagai pengganti pohon Natal. Pohon mangga dihias dengan lampu, pita, dan ornamen warna-warni, bahkan kadang juga dipasang bintang di atasnya sebagai simbol kelahiran Kristus.
Tradisi ini lahir dari perpaduan antara semangat Natal dengan kekayaan alam tropis India. Meski tidak memakai cemara seperti di Eropa atau Amerika, makna pohon Natal tetap sama sebagai lambang kehidupan, harapan, dan sukacita. Dengan sentuhan lokal ini, perayaan Natal di India terasa lebih hangat, kreatif.
Kambing Yule – Skandinavia & Swedia
Kambing Yule (Yule Goat) adalah salah satu tradisi Natal tertua di kawasan Skandinavia, khususnya Swedia, yang sudah ada sejak zaman pra-Kristen. Awalnya, kambing dianggap sebagai hewan suci yang berhubungan dengan dewa petir Nordik, Thor, yang dalam mitologi selalu bepergian dengan kereta yang ditarik oleh dua kambing. Dalam perkembangan Kristen, simbol kambing Yule kemudian diadaptasi menjadi bagian dari perayaan Natal, melambangkan keberanian.
Di Swedia modern, Kambing Yule biasanya hadir dalam bentuk hiasan jerami yang diikat dengan pita merah dan diletakkan di rumah atau di bawah pohon Natal. Tradisi paling terkenal adalah Gävle Goat (Gävlebocken)—sebuah kambing Yule raksasa setinggi lebih dari 13 meter yang didirikan setiap tahun di kota Gävle sejak 1966.
Tradisi Puding Natal – Slovakia
Di Slovakia, ada tradisi Natal yang unik dan cukup berbeda dari negara lain, yaitu ritual melempar puding Natal (Loksa) ke langit-langit rumah. Puding atau adonan roti khas ini dilempar oleh kepala keluarga saat makan malam Natal. Konon, semakin banyak adonan yang menempel di langit-langit, semakin besar pula keberuntungan, kesejahteraan, dan hasil panen yang akan didapat keluarga di tahun berikutnya.
Tradisi ini berakar dari kepercayaan agraris masyarakat Slovakia yang sangat menghargai simbol kesuburan dan rezeki. Meski terdengar sederhana bahkan agak lucu, bagi mereka melempar puding Natal bukan hanya permainan, melainkan doa dan harapan bersama. Hingga kini, di beberapa desa di Slovakia, kebiasaan ini masih dijalankan sebagai bagian dari menjaga kekayaan budaya.
Caga Tió – Catalonia, Spanyol
Di Catalonia, Spanyol, ada tradisi Natal yang sangat unik dan penuh keceriaan, yaitu Caga Tió atau sering disebut juga Tió de Nadal. Tradisi ini menggunakan sebatang kayu besar dengan wajah yang digambar lucu, dihiasi dengan topi merah khas Catalan (barretina), dan ditutupi selimut agar “tidak kedinginan”. Sejak awal Desember, terutama setelah Hari Santa Lucia, anak-anak memberi “makan” kayu ini dengan buah dan kacang setiap malam.
Puncaknya terjadi pada malam Natal atau Hari Natal. Anak-anak akan memukul Caga Tió dengan tongkat sambil menyanyikan lagu tradisional khusus, agar si “kayu” mengeluarkan hadiah berupa permen, buah kering, hingga mainan kecil yang sebelumnya telah disembunyikan orang tua di bawah selimutnya.
Wigilia – Polandia
Di Polandia, salah satu tradisi Natal yang paling sakral dan berkesan adalah Wigilia, yaitu jamuan makan malam pada malam Natal, 24 Desember. Kata Wigilia sendiri berarti “malam berjaga”. Bagi keluarga Katolik Polandia, Wigilia bukan sekadar makan bersama, melainkan momen penuh makna yang menandai dimulainya perayaan kelahiran Kristus. Tradisi ini biasanya dimulai ketika bintang pertama terlihat di langit malam, melambangkan bintang Betlehem yang menuntun para Majus ke tempat Yesus lahir.
Jamuan Wigilia terdiri dari 12 hidangan tanpa daging (sebagai simbol 12 rasul), dengan menu khas seperti sup bit (barszcz), pierogi isi kubis dan jamur, ikan karper, serta berbagai kue tradisional. Sebelum makan, anggota keluarga berbagi opłatek (wafer putih tipis mirip hosti), sambil saling mendoakan satu sama lain. Meja makan juga sering disiapkan dengan satu kursi kosong sebagai tanda penghormatan bagi tamu tak terduga atau arwah leluhur.
Festival Lentera Raksasa – Filipina
Di Filipina, tradisi Natal yang paling ikonik adalah Festival Lentera Raksasa atau Giant Lantern Festival yang setiap tahun diselenggarakan di kota San Fernando, Pampanga. Festival ini biasanya berlangsung seminggu sebelum malam Natal dan menjadikan kota tersebut dijuluki “Christmas Capital of the Philippines.”
Awalnya, lentera yang disebut parol hanya berukuran kecil dan terbuat dari bambu serta kertas, melambangkan bintang Betlehem sebagai penuntun orang Majus menuju bayi Yesus. Namun, seiring waktu, tradisi ini berkembang menjadi ajang kompetisi dengan lentera berukuran raksasa, bisa mencapai 6–10 meter dihiasi ribuan lampu berwarna-warni, dan dirancang dengan pola rumit.
La Befana – Italia
Di Italia, ada tradisi Natal unik yang dikenal dengan nama La Befana, seorang tokoh rakyat mirip “nenek penyihir baik hati” yang menjadi bagian penting dari perayaan Epifani, setiap tanggal 6 Januari.
Menurut legenda, La Befana adalah seorang wanita tua yang menolak ajakan orang Majus untuk ikut mencari bayi Yesus. Setelah menyesali keputusannya, ia pun berusaha menyusul dengan membawa hadiah, namun tidak pernah menemukan-Nya. Sejak saat itu, La Befana berkeliling setiap tahun pada malam Epifani untuk membagikan hadiah kepada anak-anak.
Rekomendasi Hampers Natal Mewah dan Elegan
Rayakan momen Natal dengan penuh kesan melalui hampers natal mewah dari Carramica, pilihan tepat untuk menghadirkan kehangatan dan elegansi dalam setiap bingkisan. Dirancang dengan detail dan cita rasa tinggi, setiap hampers berisi koleksi tableware eksklusif dan dekorasi premium yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga bermanfaat untuk menemani momen kebersamaan. Memberikan hampers dari Carramica bukan sekadar hadiah, melainkan simbol perhatian dan penghargaan yang meninggalkan kesan mendalam bagi penerimanya.
Dengan desain yang elegan dan kualitas yang terjamin, hampers Natal dari Carramica menjadi pilihan sempurna bagi Anda yang ingin memberikan sesuatu yang berbeda dan berkelas. Setiap detail dikurasi dengan cermat, menjadikannya lebih dari sekadar hadiah—melainkan pengalaman istimewa yang mempercantik meja makan sekaligus mempererat hubungan. Carramica adalah rekomendasi utama untuk Anda yang ingin memastikan Natal dirayakan dengan nuansa hangat, berkelas, dan tak terlupakan.