18 Januari 2026 6:56 am

Tradisi Malam Imlek Disebut Apa? Mengenal Tradisi Chuxi dan Maknanya

Tradisi Malam Imlek Disebut Apa? Mengenal Tradisi Chuxi dan Maknanya
Malam Imlek sering kali menjadi momen yang paling dinantikan dalam perayaan Tahun Baru Tionghoa. Namun, masih banyak orang yang bertanya, malam Imlek disebut apa dan apa maknanya? Dalam budaya Tionghoa, malam pergantian tahun ini dikenal sebagai Chúxī (除夕), sebuah tradisi sakral yang penuh makna spiritual, kebersamaan keluarga, dan harapan akan keberuntungan di tahun yang baru.

Apa Sebutan untuk Malam Tahun Baru Imlek?

Malam Tahun Baru Imlek disebut Chúxī (除夕). Istilah ini berasal dari bahasa Mandarin, di mana chú berarti “menghilangkan” dan xī berarti “malam”. Secara makna, Chúxī adalah malam untuk meninggalkan tahun lama dan menyambut tahun yang baru. Malam ini jatuh pada malam terakhir dalam kalender lunar Tionghoa, tepat sebelum hari pertama Tahun Baru Imlek.
Chúxī memiliki makna penting dalam budaya Tionghoa. Pada malam ini, keluarga biasanya berkumpul untuk makan malam bersama (reunion dinner), berdoa kepada leluhur, dan melakukan tradisi seperti menyalakan petasan atau kembang api. Tujuannya adalah membersihkan energi buruk dari tahun sebelumnya dan menyambut keberuntungan, kesehatan, serta kemakmuran di tahun yang baru.

Mengapa Malam Chuxi Dianggap Momen Paling Penting dalam Budaya Tionghoa?

Malam Chúxī (除夕) dianggap sebagai momen paling penting dalam budaya Tionghoa karena melambangkan penutup tahun lama dan awal kehidupan baru. Pada malam ini, orang Tionghoa percaya bahwa segala hal buruk, kesialan, dan energi negatif dari tahun sebelumnya harus ditinggalkan. Oleh karena itu, Chúxī menjadi waktu yang sangat sakral untuk refleksi, pembersihan diri, dan persiapan menyambut keberuntungan di tahun yang baru.
Selain itu, Chúxī menekankan nilai kebersamaan keluarga, yang merupakan inti budaya Tionghoa. Semua anggota keluarga diusahakan pulang ke rumah untuk makan malam bersama (reunion dinner), sebagai simbol persatuan, keharmonisan, dan penghormatan kepada orang tua serta leluhur. Momen ini dipercaya menentukan keberkahan sepanjang tahun, sehingga Chúxī tidak hanya bermakna budaya, tetapi juga spiritual dan sosial.

Apa Saja Tradisi Malam Imlek yang Wajib Dilakukan di Indonesia?

Malam Imlek di Indonesia dirayakan dengan beragam tradisi yang sarat makna dan nilai budaya. Setiap ritual yang dilakukan bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, tetapi mengandung doa, harapan, dan penghormatan terhadap keluarga serta leluhur. Dari ritual sembahyang hingga makan malam bersama, tradisi Malam Imlek menjadi momen penting untuk mempererat kebersamaan sekaligus menyambut tahun baru dengan penuh keberuntungan dan energi positif.

Pemujaan Leluhur (Tuandao)

Pemujaan Leluhur atau Tuandao adalah ritual sembahyang untuk menghormati leluhur dan dewa-dewi pada Malam Imlek. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas perlindungan selama setahun penuh dan sebagai permohonan berkah untuk tahun yang baru. Dalam budaya Tionghoa, menghormati leluhur dipercaya menjaga keharmonisan keluarga dan membawa keberuntungan.

Makan Malam Reuni (Tuan Yuan Fan)

Tuan Yuan Fan adalah makan malam keluarga yang wajib dilakukan pada Malam Imlek. Semua anggota keluarga diharapkan berkumpul, karena kebersamaan ini melambangkan persatuan, keharmonisan, dan keutuhan keluarga. Tradisi ini dianggap sebagai momen terpenting karena memperkuat ikatan keluarga sebelum memasuki tahun baru.

Hidangan Ikan dan Pangsit Saat Malam Imlek

Hidangan ikan melambangkan kelimpahan dan rezeki yang berlimpah karena kata “ikan” (鱼, yú) bermakna sama dengan “kelebihan”. Pangsit melambangkan kemakmuran karena bentuknya menyerupai emas batangan kuno. Menyajikan makanan ini dipercaya membawa keberuntungan dan kestabilan finansial di tahun yang baru.

Tradisi Shousui (Terjaga Hingga Larut Malam)

Shousui (守岁) adalah tradisi tetap terjaga hingga tengah malam pada Malam Imlek. Maknanya adalah menjaga keluarga dari nasib buruk serta mendoakan orang tua agar panjang umur. Tradisi ini juga melambangkan kesiapan mental dan spiritual dalam menyambut tahun baru dengan harapan dan energi positif.

Apa Saja Pantangan atau Larangan di Malam Tahun Baru Imlek?

Selain berbagai tradisi yang dilakukan, Malam Tahun Baru Imlek juga memiliki sejumlah pantangan yang dipercaya dapat memengaruhi keberuntungan di tahun yang akan datang. Pantangan ini bertujuan menjaga energi positif, keharmonisan, dan kelancaran rezeki saat memasuki tahun baru. Oleh karena itu, memahami larangan-larangan di Malam Imlek menjadi penting agar perayaan berlangsung dengan penuh makna dan harapan baik.

Larangan tidur awal

Tidur terlalu awal pada Malam Tahun Baru Imlek dianggap tidak baik karena melambangkan kemalasan dan kurangnya semangat menyambut tahun baru. Dalam kepercayaan Tionghoa, tetap terjaga hingga pergantian tahun menunjukkan kesiapan, harapan umur panjang, serta doa agar kehidupan di tahun baru lebih baik dan penuh energi positif.

Larangan membuang sampah/menyapu tepat saat pergantian tahun

Membuang sampah atau menyapu tepat saat pergantian tahun dipercaya dapat “membuang” rezeki dan keberuntungan yang baru datang. Oleh karena itu, kegiatan bersih-bersih biasanya dilakukan sebelum Malam Imlek. Saat pergantian tahun, rumah dibiarkan tenang agar keberuntungan tetap tinggal di dalam rumah.

Menghindari kata-kata negatif atau pertengkaran

Mengucapkan kata-kata negatif, kasar, atau bertengkar pada Malam Imlek sangat dihindari karena dipercaya dapat membawa energi buruk sepanjang tahun. Malam ini seharusnya diisi dengan ucapan baik, doa, dan suasana harmonis. Tujuannya adalah membuka tahun baru dengan pikiran positif, damai, dan penuh keberkahan.

Rekomendasi Brand Hampers Imlek Elegan dan Premium

Rayakan momen Imlek dengan kesan yang tak terlupakan melalui pilihan hampers elegan dan premium dari Carramica — brand keramik berkualitas ekspor yang dikenal dengan desain eksklusif dan fungsional. Koleksi Hampers Imlek Carramica menghadirkan set piring dan gelas keramik bertema Tahun Baru Tionghoa yang tidak hanya indah secara estetika tetapi juga aman untuk microwave, oven, dan dishwasher, memberikan nilai pakai tinggi bagi penerima.
Setiap paket dilengkapi dengan kemasan hard box premium serta free gift card, menciptakan pengalaman unboxing yang berkesan dan penuh makna untuk keluarga, kolega, maupun klien bisnis Anda.
Dengan pilihan desain limited edition dan kualitas yang terjamin, hampers Carramica bukan sekadar hadiah — tetapi simbol apresiasi dan harapan akan keberuntungan di tahun yang baru. Memberikan hampers Carramica berarti menyampaikan penghormatan dengan gaya yang berkelas, membuat momen Imlek semakin spesial dan elegan bagi orang-orang penting dalam hidup Anda.
-

About Writer


Asyraf Syafiq Adhika


Penulis konten seputar hampers dan gifting yang telah berpengalaman lebih dari 3 tahun mengkurasi hampers Natal, Imlek, dan Lebaran. Ia fokus pada pemilihan set makan keramik yang memadukan estetika, nilai budaya, dan makna personal dalam setiap hadiah.



Frequent Asked Question

©- Copyright 2024 PT Carramica Kreasi Indonesia