
18 Januari 2026 5:12 pm
10 Tradisi Sebelum Imlek yang Wajib Dilakukan untuk Buang Sial
1. Mengapa Masyarakat Tionghoa Melakukan Tradisi Sebelum Imlek?2. Apa Saja Tradisi Sebelum Imlek dan Makna di Baliknya?1. Bersih-Bersih Rumah Sebelum Imlek2. Potong Rambut Sebelum Imlek3. Melunasi Hutang Sebelum Tahun Baru4. Tradisi Mandi Kembang Menjelang Imlek5. Tradisi Makan Ikan Bandeng6. Menyiapkan Meja Persembahan7. Membeli Pakaian Baru (Terutama Warna Merah)8. Mengganti Stiker Doa (Chunlian) di Pintu Rumah9. Membuat atau Membeli Kue Keranjang (Nian Gao)10. Persiapan Makan Malam Reuni (Tuannianfan)3. Rekomendasi Hampers Imlek Elegan dan Premium
Tradisi sebelum imlek bagi masyarakat Tionghoa dipercaya dapat membuang kesialan dan membuka jalan bagi keberuntungan di tahun yang baru. Setiap ritual memiliki makna simbolik yang berkaitan dengan pembersihan diri, penyelesaian urusan lama, serta persiapan lahir dan batin. Tradisi-tradisi ini tidak dilakukan secara acak, melainkan berakar dari nilai budaya dan kepercayaan yang telah diwariskan turun-temurun.
Mengapa Masyarakat Tionghoa Melakukan Tradisi Sebelum Imlek?
Masyarakat Tionghoa melakukan tradisi sebelum Imlek karena momen ini dianggap sebagai proses persiapan spiritual dan sosial sebelum memasuki tahun baru. Tradisi seperti bersih-bersih rumah melambangkan pembuangan energi buruk dan kesialan dari tahun sebelumnya. Ritual sembahyang dilakukan untuk menghormati leluhur dan memohon perlindungan serta keberkahan. Secara langsung, tradisi ini berfungsi sebagai mekanisme reset nilai, harapan, dan niat untuk tahun yang akan datang.
Selain aspek spiritual, tradisi sebelum Imlek juga memiliki fungsi sosial dan budaya yang kuat. Kegiatan berkumpul keluarga memperkuat ikatan sosial dan menjaga kesinambungan nilai antar generasi. Pemberian persembahan dan persiapan makanan mencerminkan rasa syukur atas kehidupan yang telah dijalani. Secara sistemik, tradisi ini menjaga stabilitas identitas budaya Tionghoa dalam jangka panjang.
Apa Saja Tradisi Sebelum Imlek dan Makna di Baliknya?
Tradisi sebelum Imlek merupakan rangkaian persiapan penting yang dilakukan untuk menyambut pergantian tahun dalam budaya Tionghoa. Setiap tradisi tidak hanya bersifat kebiasaan, tetapi memiliki makna simbolik yang berkaitan dengan pembuangan kesialan, penyucian diri, dan harapan akan keberuntungan di tahun yang baru. Mulai dari aktivitas sehari-hari hingga ritual khusus, semuanya mencerminkan nilai spiritual, sosial, dan budaya yang saling terhubung.
Bersih-Bersih Rumah Sebelum Imlek
Di Tiongkok, tradisi bersih-bersih rumah dikenal sebagai “Dà Sǎo Chú” (大扫除) yang dilakukan beberapa hari sebelum Tahun Baru Imlek. Praktik ini bertujuan membersihkan debu dan kotoran yang diasosiasikan dengan nasib buruk dari tahun lama. Secara budaya, kata “debu” (尘, chén) diasosiasikan dengan hal negatif yang harus disingkirkan. Tradisi ini menyiapkan ruang fisik dan simbolik agar keberuntungan baru dapat masuk.
Potong Rambut Sebelum Imlek
Di budaya Tionghoa, terdapat kepercayaan terkait kata “rambut” (发, fà) yang bunyinya sama dengan kata “kemakmuran” (发, fā). Karena itu, memotong rambut saat Imlek dipercaya dapat memotong rezeki. Di Tiongkok, masyarakat biasanya memotong rambut sebelum Imlek sebagai bentuk persiapan diri dan pembaruan. Praktik ini bukan ritual resmi, tetapi menjadi kebiasaan sosial yang diwariskan secara turun-temurun.
Melunasi Hutang Sebelum Tahun Baru
Di Tiongkok, terdapat nilai budaya kuat yang disebut “Qīng Zhài” (清债) yang berarti membersihkan hutang sebelum tahun baru. Hutang dianggap sebagai keterikatan masa lalu yang tidak baik jika dibawa ke awal tahun. Menyelesaikan kewajiban finansial mencerminkan integritas dan keharmonisan sosial. Tradisi ini menekankan pentingnya memulai tahun baru tanpa beban moral maupun ekonomi.
Tradisi Mandi Kembang Menjelang Imlek
Mandi kembang dikenal dalam praktik rakyat Tionghoa sebagai bentuk “Jìng Shēn” (净身) atau penyucian diri. Air dipercaya sebagai media pembersih energi negatif, sementara bunga melambangkan kehidupan dan keberuntungan. Di beberapa wilayah Tiongkok Selatan, praktik ini dilakukan secara sederhana tanpa ritual formal. Tradisi ini berfungsi sebagai persiapan mental dan spiritual sebelum memasuki siklus tahun yang baru.
Tradisi Makan Ikan Bandeng
Dalam budaya Tionghoa, makan ikan saat Imlek berkaitan dengan ungkapan “Nián Nián Yǒu Yú” (年年有余) yang berarti “setiap tahun selalu berkelimpahan.” Kata yú (鱼, ikan) memiliki pelafalan yang sama dengan yú (余, sisa/kelimpahan), sehingga ikan menjadi simbol rezeki berlebih. Di Tiongkok, ikan biasanya disajikan utuh dan tidak dihabiskan sebagai tanda masih adanya sisa keberuntungan. Di Indonesia, ikan bandeng dipilih sebagai adaptasi lokal karena melambangkan kemakmuran dan keberuntungan.
Menyiapkan Meja Persembahan
Menyiapkan meja persembahan dikenal sebagai bagian dari ritual “Jì Zǔ” (祭祖) atau penghormatan kepada leluhur. Di Tiongkok, meja ini diisi dengan makanan, buah, dupa, dan lilin sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan. Persembahan diyakini sebagai sarana menjaga hubungan harmonis antara yang hidup dan yang telah tiada. Tradisi ini menegaskan nilai filial piety atau “Xiào” (孝) yang sangat penting dalam budaya Tionghoa.
Membeli Pakaian Baru (Terutama Warna Merah)
Membeli pakaian baru sebelum Imlek melambangkan awal yang bersih dan kehidupan baru. Warna merah memiliki makna keberuntungan, kebahagiaan, dan perlindungan dari energi buruk, berakar dari legenda monster Nián (年) di Tiongkok. Di sana, masyarakat mengenakan pakaian merah saat Imlek sebagai simbol kemenangan dan harapan baik. Tradisi ini memperkuat identitas visual dan simbolik Tahun Baru Imlek.
Mengganti Stiker Doa (Chunlian) di Pintu Rumah
Stiker doa yang disebut “Chūnlián” (春联) diganti menjelang Imlek sebagai tanda pergantian tahun. Di Tiongkok, chunlian berisi kaligrafi harapan baik seperti rezeki, kesehatan, dan keharmonisan keluarga. Menempelkan chunlian baru berarti meninggalkan doa lama dan menyambut berkah baru. Pintu rumah dipilih karena dianggap sebagai jalur keluar-masuknya keberuntungan.
Membuat atau Membeli Kue Keranjang (Nian Gao)
Kue keranjang dikenal sebagai “Nián Gāo” (年糕) yang secara harfiah berarti “kue tahun baru.” Kata gāo (糕, kue) memiliki bunyi yang sama dengan gāo (高, tinggi), melambangkan peningkatan hidup setiap tahun. Di Tiongkok, kue ini sering dipersembahkan kepada Dewa Dapur sebagai simbol harapan kehidupan yang lebih baik. Tradisi ini menekankan aspirasi akan kemajuan dan keberhasilan.
Persiapan Makan Malam Reuni (Tuannianfan)
Makan malam reuni disebut “Tuán Nián Fàn” (团年饭) dan dianggap sebagai inti perayaan Imlek di Tiongkok. Seluruh anggota keluarga berkumpul untuk makan bersama sebagai simbol persatuan dan keharmonisan. Hidangan disiapkan dengan makna simbolik seperti kemakmuran, panjang umur, dan kebahagiaan. Tradisi ini menegaskan bahwa keluarga adalah pusat nilai dalam budaya Tionghoa.
Rekomendasi Hampers Imlek Elegan dan Premium
Sambut Tahun Baru Imlek dengan hadiah yang merepresentasikan kemewahan dan perhatian melalui rekomendasi hampers Imlek elegan dan premium dari Carramica. Brand ini dikenal dengan koleksi keramik berkualitas tinggi yang dirancang khusus untuk momen perayaan, menghadirkan perpaduan desain modern dan nilai simbolik Imlek. Setiap hampers dikemas dalam box eksklusif yang rapi dan berkelas, sehingga cocok dijadikan hadiah untuk keluarga, kolega, maupun relasi bisnis yang ingin diberi kesan istimewa.
Tidak hanya unggul dari sisi visual, hampers Carramica juga menawarkan fungsi jangka panjang karena produknya aman digunakan untuk microwave, oven, dan dishwasher. Dengan standar export quality serta detail yang diperhatikan secara menyeluruh, Carramica menghadirkan hampers Imlek yang bukan sekadar hadiah musiman, tetapi simbol kemakmuran, kehangatan, dan apresiasi yang elegan di awal tahun baru.



