
20 Agustus 2025 7:33 am
10 Tradisi Lebaran di Indonesia: Kebiasaan Lama & Tren Baru yang Hits
1. 1. Mudik Lebaran: Pulang Kampung yang Jadi Budaya Nasional2. 2. Halal Bihalal: Tradisi Silaturahmi yang Hanya Ada di Indonesia3. 3. Takbir Keliling: Dari Obor, Sound System, hingga Kendaraan Hias4. 4. Ketupat dan Opor: Simbol Filosofis, Bukan Sekadar Hidangan5. 5. Amplop THR: Dari Tunai ke THR Digital6. 6. Ziarah Kubur: Mengingat Leluhur di Momen Lebaran7. 7. Baju Baru: Simbol Kesucian & Gaya Kekinian8. 8. Ucapan Lebaran: Dari Kartu Pos ke Media Sosial9. 9. Hampers Lebaran: Bingkisan Modern untuk Silaturahmi10. 10. Konten Digital Lebaran: Generasi Muda Merayakan Secara Online
Tradisi lebaran di Indonesia tidak hanya dirayakan dengan doa dan ibadah, tapi juga penuh dengan kebiasaan unik yang sudah mengakar dalam budaya masyarakat. Menariknya, banyak tradisi Lebaran di Indonesia yang lahir dari perpaduan nilai agama, adat lokal, hingga pengaruh zaman modern. Berikut ini adalah 10 tradisi lebaran di indonesia, mulai dari kebiasan lama hingga tren baru yang mulai hits.
1. Mudik Lebaran: Pulang Kampung yang Jadi Budaya Nasional
Mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung tetapi fenomena sosial terbesar di Asia Tenggara. Bayangkan, lebih dari 80 juta orang di Indonesia bergerak serentak tiap Lebaran, suatu migrasi massal yang jarang ditemui di negara lain. Uniknya, mudik mencerminkan betapa kuatnya ikatan keluarga dan kampung halaman dalam budaya Indonesia, bahkan lebih penting dibanding liburan mewah di luar negeri.
Dulu mudik ditempuh dengan kapal laut atau kereta yang penuh sesak, kini akses transportasi modern membuatnya lebih terstruktur. Meski begitu, esensi mudik sebagai ritual pulang ke akar budaya tetap tak tergantikan. Tradisi mudik lebaran di Indonesia seakan menjadi hal yang wajib dilakukan.
2. Halal Bihalal: Tradisi Silaturahmi yang Hanya Ada di Indonesia
Halal bihalal tidak ditemukan di Arab atau negara Muslim lain, ini murni ciptaan budaya Indonesia. Pertama kali populer di era Presiden Soekarno, halal bihalal lahir dari kebutuhan bangsa yang majemuk untuk menjaga persatuan lewat silaturahmi.
Kini, halal bihalal berevolusi, dari acara keluarga sederhana, jadi pertemuan kantor, reuni sekolah, hingga acara virtual di Zoom. Tradisi ini adalah bukti bagaimana Indonesia menafsirkan Lebaran sebagai momentum sosial, bukan sekadar ritual agama.
3. Takbir Keliling: Dari Obor, Sound System, hingga Kendaraan Hias
Takbir keliling dulunya hanya berbekal obor bambu dan suara bedug, kini berubah jadi parade kendaraan hias dengan sound system besar. Evolusi ini mencerminkan kreativitas masyarakat Indonesia dalam merayakan syiar agama.
Menariknya, takbir keliling juga jadi ajang “kontestasi budaya”, masing-masing daerah berlomba membuat arak-arakan paling meriah, dari miniatur masjid hingga lampu LED raksasa. Meski sering diperdebatkan soal keamanan, takbir keliling tetap menjadi salah satu tradisi Lebaran di Indonesia yang memperlihatkan wajah Islam Nusantara karena penuh warna dan kebersamaan.
4. Ketupat dan Opor: Simbol Filosofis, Bukan Sekadar Hidangan
Tradisi lebaran di indonesia selanjutnya adalah tradisi ketupat. Ketupat bukan hanya makanan, tapi sarat makna filosofis. Anyaman janurnya melambangkan kesalahan yang terikat, sementara ketika dibelah, ketupat terlihat putih bersih yakni simbol penyucian diri.
Berbeda dengan negara lain yang merayakan Lebaran dengan daging kambing atau manisan, di Indonesia ketupat dan opor jadi penanda khas yang menyatukan semua kalangan, dari Jawa sampai Bugis. Inilah makanan yang tak sekadar mengenyangkan tetapi juga menyimpan pesan budaya.
5. Amplop THR: Dari Tunai ke THR Digital
Memberikan THR sudah lama jadi tradisi Lebaran di Indonesia. Dulu, anak-anak senang mengantre menerima amplop hijau berisi uang kertas baru. Namun kini, tren bergeser, THR bisa dikirim lewat e-wallet atau transfer bank, bahkan ada fitur “amplop digital” yang bisa dikirim lewat WhatsApp.
Meski bentuknya berubah, maknanya tetap sama: berbagi rezeki di hari kemenangan. Bagi anak-anak, amplop THR masih jadi salah satu momen paling ditunggu Lebaran.
6. Ziarah Kubur: Mengingat Leluhur di Momen Lebaran
Sebelum atau sesudah salat Ied, banyak keluarga di Indonesia melakukan ziarah kubur. Tradisi ini jadi cara untuk mendoakan leluhur sekaligus menjaga rasa keterhubungan antar-generasi.
Menariknya, ziarah kubur di Indonesia bukan hanya ritual agama, tapi juga ritual budaya. Kuburan dibersihkan, bunga tabur disiapkan, lalu keluarga berkumpul dalam suasana khidmat. Inilah bukti bahwa Lebaran juga jadi momen refleksi, bukan sekadar perayaan.
7. Baju Baru: Simbol Kesucian & Gaya Kekinian
Ada pepatah lama: “Tak ada baju baru, Lebaran terasa kurang lengkap.” Sejak dulu, masyarakat Indonesia menjadikan baju baru sebagai simbol kesucian, melambangkan diri yang terlahir kembali setelah Ramadhan.
Kini, tradisi baju baru juga menjadi ajang tren fashion. Dari sarimbit keluarga, busana muslim modest wear, hingga outfit modern, baju baru selalu jadi bagian penting dalam merayakan Idulfitri. Bahkan media sosial kini memperlihatkan parade gaya Lebaran lintas generasi.
8. Ucapan Lebaran: Dari Kartu Pos ke Media Sosial
Sebelum era digital, orang-orang mengirim kartu pos atau surat ucapan Lebaran yang penuh ilustrasi khas Idulfitri. Tradisi ini berubah total sejak kehadiran SMS, lalu WhatsApp, dan kini media sosial.
Setiap Lebaran, timeline dipenuhi ucapan “Minal Aidin wal Faizin” dengan desain kreatif, meme lucu, hingga video buatan sendiri. Evolusi ini menunjukkan bagaimana orang Indonesia selalu menemukan cara baru untuk menjaga silaturahmi.
9. Hampers Lebaran: Bingkisan Modern untuk Silaturahmi
Mengirim bingkisan saat Lebaran sudah lama jadi tradisi. Dulu berupa kue kering, sirup, atau buah, kini berevolusi menjadi hampers modern: dari set peralatan makan elegan hingga produk artisan lokal.
Fenomena tradisi hampers lebaran menunjukkan transformasi tradisi berbagi di Indonesia. Biasanya ebih personal, lebih kreatif, dan sering kali jadi bagian dari strategi branding bagi banyak usaha kecil.
10. Konten Digital Lebaran: Generasi Muda Merayakan Secara Online
Generasi muda punya cara unik merayakan Lebaran: lewat konten digital. Mulai dari vlog perjalanan mudik, konten TikTok #LebaranOOTD, hingga Instagram Reels tentang momen keluarga.
Meski terlihat modern, sebenarnya ini hanya adaptasi baru dari tradisi lama berbagi cerita Lebaran. Bedanya, kini cerita itu dibagikan ke ribuan orang sekaligus lewat media sosial. Tradisi lama dan tren baru pun berpadu dalam bentuk paling kekinian.